Rabu, 05 Februari 2014

HUJAN SORE INI

Hujan Sore Ini

                Hari ini, hawanya sangat dingin. Tak terasa musim hujan sudah datang lagi. Langit yang cerah di pagi hari, tiba-tiba berubah menjadi awan mendung di sore hari. Begitu pula seterusnya selama 2 bulan ini. Saat hujan turun seperti ini, aku akan selalu duduk di ruang tamu dan memandang tetesan air hujan lewat jendela ruang tamu yang lebar. Saat-saat seperti ini pula pikiranku selalu melayang ke masa itu. Masa-masa di saat terakhir aku bertemu dengan ibu.
                Hari itu, Rabu tanggal 5 bulan Januari 5 tahun yang lalu. Sampai sekarang aku masih mengingat dengan pasti tanggalnya. Pada hari itu, tiba-tiba ibu meninggalkan rumah. saat akupulang sekolah, aku sudah mendapati ibu di depan rumah dengan koper kesayangannya yang berwarna kuning langsat. Kemudian aku langsung berlari menghampiri ibu dan bertanya kemana ibuku akan pergi. Ibu tidak menjawab pertanyaanku. Ibu hanya memandangiku dan kemudian setetes air ,ata jatuh dari pelupuk mata kiri ibu dan ibu mulai berkata, "Jadi anak yang baik dan membanggakan". Aku hanya mengangguk dan melepaskan genggaman tanganku di baju ibu yang bermotif bunga-bunga kecil berwarna ungu. Setelah saai itu, aku tidak pernah lagi bertemu bahkan melihat ibu pun tidak. setiap aku bertanya pada ayah, ayah hanya diam seribu bahasa. Padahal, dulu kala setiap hujan seperti ini, ibu selalu memasakkanku sarimi rasa ayam bawang plus telur yang pedas. Sekarang, aku harus membeli dari Burjo Holic jika ingin memakan sarimi faforitku itu. Oh....,dunia memang kejam...hiks..hiks...
NB: Cerita ini hanya fiktif belaka. Maaf jika ada kesamaan nasib.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar